Integrasikan Magot untuk Pakan Ayam Kampung, Tekan Biaya Pakan 50 Persen

JABARTRUST.COM, TASIKMALAYA — Sebuah Karang Taruna di Kota Tasikmalaya berhasil beternak ayam kampung dengan mengintegrasikan magot sebagai pakan ayam dan sampah sebagai pakan mago, dari hasil ternak tersebut mampu memangkas biaya pakan hingga 50 persen dan waktu panen lebih singkat.

Karang Taruna Tamansari yang berada di Kampung Ciwaas Kelurahan Mugarsari Kecamatan Taman Sari Kota Tasikmalaya telah berhasil beternak ayam kampung yang mengintegrasikan dengan magot dan sampah.

Dari hasil ternak tersebut mampu menekan biaya pakan hingga 50 persen dengan mengembangkan biaya pakan digantikan dengan pakan magot.

sementara magot tersebut dikembangkan di lokasi yang sama dengan memanfaatkan kotoran hewan tersebut dan sampah rumah tangga yang sehari harinya mampu memanfaatkan sampah antara 100 hingga 150 kg.

Baca Juga :  All You Can Thift, Event Milenial Yang Digemari Kalangan Remaja Hadir Di Cirebon

Dalam kurun waktu 60 hari ayam kampung sudah mampu di panen dengan berat antara 1-1,5 kilo gram, atau lebih singkat bila diberikan dengan pakan biasa karena magot mengandung protein hingga 45%sehingga jika diberikan pada ayam bisa mempercepat pertumbuhan ayam tersebut.

Dari hasil ternak ayam tersebut ada integritas yang berkesinam bungan antara ternak ayam,  pemanfaatan magot dan  mengurangi sampah rumah tangga,  sehingga nantinya bisa jadi filot projek di beberapa wilayah lainnya.

Karena dari ternak ayam dengan modal 1.5 juta dari pembelian anak ayam sebanyak 100 ekor dan pakan/ hasilpanen  mampu menghasilkan hingga 3 juta lebih,  sementara  sampah sebagai pakan magot yang berada dilingkungan bisa diminimalisir yang kini menjadi permasalahan di kota tasikmalaya.

Baca Juga :  Penanaman Mangrove, Upaya PNM Melestarikan Ekosistem Hutan Bakau di Subang

Kini rencanya ternak ayam akan diperluas dan diper banyak namun masih terkendala permodalan yang nantinya mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat. (Tonai)