Lapak Jajanan Subuh bantu Tingkatkan Pendapatan 90 Pelaku UMKM selama Pandemi

Foto Goys/lapak jajan halaman Toserba selamat

JABARTRUST.COM,KAB.CIANJUR – Berbagai produk makanan hasil olahan para penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Cianjur dijajakan di Jajanan Subuh, yang berlokasi di halaman Toserba Selamat, Joglo di Jalan Siliwangi.

Penggiat UMKM Cianjur, Raden Ema Mutakin atau yang kerap di sapa Chepy mengungkapkan, semenjak adanya pandemi Covid-19, UMKM mengalami penurunan. Hal itu dilihat dari hasil penjualan yang terus menurun.

“Akhirnya kita mencoba merubah berdagang itu tidak dari siang, tetapi justru dari pagi. Yang namanya jadi Jajanan Subuh. Dengan konsep jajanan subuh ini kami menghadirkan lebih awal, ternyata sambutan masyarakat dan juga trafik pengunjung termasuk penjualan Alhamdulillah membaik,” kata dia kepada Jabartrust, Kamis 7 April 2022.

Chepy mengungkapkan, ada sekitar 90 pedagang yang setiap hari mengisi kepada UMKM yang ada di Jajanan Subuh. Makanannya terdiri dari makanan berat, termasuk dari makanan yang berbahan dasar nasi seperti nasi goreng, jinggo, uduk, gudeg, aneka macam nasi termasuk juga ada jajanan jajanan jaman dulu.

Baca Juga :  Pengunjung Masih Memadati Objek Wisata Gunung Galunggung

“Selain itu juga termasuk gorengan, segala macam aneka jajanan termasuk yang kekinian dan Korean food kami hadirkan,” ungkap Chepy.

Untuk harga relatif murah, karena di Jajanan Subuh menghadirkan sesuatu yang relatif terjangkau oleh masyarakat sekitar.

“Terutama hari ini sudah mulai dikunjungi dari luar kota. Memang setiap hari bertambah, karena bukan hanya UMKM tetapi pelaku UMKM yang baru pun mereka mengajukan kepada kami,” ungkapnya.

Intinya, lanjut dia, ketika para pelaku UMKM berniat ingin bergabung dengan Jajanan Subuh, caranya juga gampang, hanya memberikan sampel makanan.

“Kalau sudah melewati batas tesnya insya Allah besok dia sudah bisa mengirim dengan kami,” ujarnya.


Saat ini, Chepy mengungkapkan, omset per hari mengalami kenaikan sekitar 40 persen, setelah berjualan di supermarket dan dijajakan di Jajanan Subuh.

Baca Juga :  Silaturahmi Ke Pesantren, Menko Perekonomian Beri Modal UMKM Hingga 500 Juta

“Omset perhari saya kira kami mengalami kenaikan sekitar 40 persen, semenjak kami berjualan di supermarket dan setelah kami mencoba berjualan di luar mengalami kenaikan 40 persen. Dan memang konsep jajanan subuh ini jualannya di pagi hari dari jam 5 subuh sampai jam 11 siang,” kata dia.

Dia melanjutkan, ketika siang tidak habis, maka akan upgrade berjualan di supermarket.

“Jadi tidak usah khawatir, kalaupun mereka tidak habis jam 11, ketika dibawa ke supermarket sampai malam akan habis,” katanya.

Menghadapi Ramadan, kata Chepy, akan mengalami perubahan jam, di Bulan Ramadan dari jam 13.00 Wib sampai pukul 17.00 Wib. Selian itu, Cepi juga mengajak untuk bergabung, Cepi menyediakan lapaknya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil: PPKM Akan Selalu Ada Sampai Deklarasi Pandemi Menuju Endemi

“Siapapun yang mau dagang, siapapun yang mau gabung, karena kita bukan hanya di Cianjur tetapi kami sudah membuat delapan cabang termasuk ada di Cipanas, Pasir Hayam, Ciranjang, Cibeber, Terminal Mika, termasuk di Sukabumi yang paling besar. Siapapun yang hari ini pengen punya usaha, pengen berdagang, kami menyediakan lapaknya. Intinya taglinenya dari pada wara wiri ke sana kemari cari kerja mending wirausaha, ayo jajan di Jajanan Subuh,” ungkap Chepy.

Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM yang bergabung di Jajanan Subuh, Uka Nurdiani (39) mengungkapkan setelah bergabung di Jajanan Subuh, omsetnya bertambah.

“Semenjak saya bergabung di sini (Jajanan Subuh) Alhamdulillah omset saya bertambah,” singkatnya.

(Penulis : Goys)