Ono Surono Dorong Pelajaran Bahasa Indung Masuk Kurikulum

JABARTRUST.COM, BANDUNG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono mendorong Pelajaran Bahasa Indung Masuk Kurikulum Pembelajaran di sekolah.

“Seyogyanya Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat regulasi yang tegas untuk Pelajaran Bahasa Indung, masuk dalam kurikulum dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat menengah atas,” ungkapnya pada Pasanggiri Mieling Basa Indung ke-2 di Gelanggang Generasi Muda, Kota Bandung, Jumat (23/2/2023).

Dalam rangkaian kegiatan yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa (Gema) Pasundan tersebut, diikuti oleh 190 peserta dari 150 SMA/SMK/MA sederajat se-Jawa Barat ini. Selain itu, juga menggelar talkshow yang bertemakan “Pemimpin Jawa Barat Dahulu, Kini dan Esok”.

“Saya mengapresiasi Gema Pasundan yang telah memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikan Basa Indung Jawa Barat, yaitu Bahasa Sunda melalui kegiatan Pasanggiri Mieling Basa Indung Ka-2,” ucapnya.

Baca Juga :  Kepala BKKBN Jabar Ingatkan Pentingnya Pengasuhan untuk Cegah Stunting

Terkait dengan Diskusi Pemimpin Jawa Barat dahulu, kini dan esok, Ono menerangkan bahwa pemimpin esok di Jawa Barat harus mempunyai karakter “Sunda” yang memastikan masalah-masalah rakyat dapat diselesaikan dengan baik.

“Karena masalah fundamental di Jawa Barat masih berkutat di bidang pendidikan, ekonomi, infrastruktur, pengangguran, kerusakan lingkungan. Apalagi dampak pandemi covid yang masih terasa dalam bidang ekonomi. Struktur APBD Jawa Barat harus benar-benar dimaksimalkan untuk mengatasi masalah tersebut,” ujar anggota Komisi IV DPR RI tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Gema Pasundan, Rajo Galan menyoroti ada dua point basa indung, dimana sebagai bahasa tutur dan sebagai bahasa pegangan filosopi hidup, silih asah silih asih dan silih asuh.

Baca Juga :  Bey Machmudin Dorong Bandung Jadi Kota Ramah Wisatawan

Dikatakannya Ono Surono sangat konsen terhadap bahasa sunda sebagai bahasa tutur maupun filosofi nilai-nilai prinsip hidup low off life dan bahasa indung menjadi pegangan berbangsa dan bernegara.

Rajo juga menyampaikan pentingnya kaum muda menjaga dan melestarikan bahasa sunda dan budaya karena merupakan identitas bangsa.

“Kami berterima kasih Ketua DPD PDI Perjuangan Bapak Ono Suruno yang telah banyak membantu baik moral ataupun moril dalam kegiatan ini,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, juga hadir Prof Kery Lestari dari Injabar Universitas Padjadkaran Bandung dan pegiat Pendidikan Jabar, Mansurya Manik. ***(rio)