Populer Di Indonesia, “Lato-lato” Sempat Dilarang Di Amerika dan Mesir

JABARTRUST.COM, BANDUNG, –  Cara memainkan alat ini adalah dengan cara membenturkan dua buah bola seukuran bola pingpong yang terikat dengan seutas tali, saat ini tengah di gandrungi warga di Indonesia.

Meski permainan ini merupakan permainan anak- anak, namun dalam perkembangannya saat ini permainan tersebut juga sering di mainkan anak remaja dan bahkan orang tua.

Nama permainan tersebut kini populer di kalangan masyarakat dengan nama “Lato- lato”.

Namun tahukah anda, jika permainan ini sudah ada sejak lama, dan bahkan di beberapa negara juga di larang keberadaannya, karena dianggap membahayakan. Istilah permainan ini dalam Bahasa universalnya di namai “Clackers Ball”. Apa saja fakta yang mewarnai permainan ini sejak kemunculannya. Berikut fakta menarik tentang lato- lato.

Baca Juga :  Cianjur PPKM Level 1, Bupati Cianjur Perintahkan Setiap Puskemas Siaga Periksa Pemudik Dari Luar Kota

 

  1. Populer sejak tahun 1960-an

Awalnya permainan bola benang ini berbahan dasar kaca, mirip dengan kelereng ukuran bola pingpong, karena dianggap tidak aman, produsen nya pada awal tahun 70an merubahnya menjadi bola plastik, namun permainan ini sebetulnya sudah populer sejak tahun 60an.

 

  1. Dilarang di beberapa negara

Menurut The New York Times, pada tahun 1971, Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait permainan ‘clackers’ atau latto-latto.

Pasalnya bola plastik permaian tersebut beberapa kali pecah menjadi serpihan tajam dan melukai dua anak dan dua orang dewasa. Hingga kemudian, FDA melarang peredaran latto-latto di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga :  Warga Desa Mekarsari Digegerkan dengan Penemuan Janin di Pematang Sawah

Selain AS, mainan ini juga dilarang di Mesir. Alasannya, latto-latto atau clackers dianggap sebagai propaganda politik untuk menghina Presiden Mesir kala itu, Abdel Fattah al-Sisi.

 

  1. Arti kata ‘latto-latto’

Apabila di luar negeri permainan ini dikenal dengan clackers, Indonesia menyebut permainan tradisional ini sebagai ‘latto-latto’.

Ternyata, ada makna di balik kata tersebut. Latto-latto diambil dari bahasa Bugis Makassar yang berarti bunyi benturan. Seperti yang diketahui, mainan ini menghasilkan bunyi khas ketika dimainkan dengan cara digoyang ke atas-bawah.

 

  1. Mirip senjata berburu para Gaucho

Jika dilihat sekilas, tampaknya latto-latto memiliki bentuk yang tidak jauh beda dengan senjata berburu para Gaucho (koboi) Amerika Selatan, Bolas.

Baca Juga :  Gubernur Ridwan Kamil Usulkan Tiga Nama Penjabat Kepala Daerah

Bolas adalah sejenis senjata lempar dengan bentuk mirip latto-latto namun berukuran lebih besar. Senjata itu digunakan untuk menangkap hewan dengan cara menjerat kakinya.

 

  1. Diperlombakan di banyak daerah

Beberapa daerah di Indonesia menggelar kompetisi bagi anak-anak untuk mengisi waktu luang selama liburan akhir tahun, seperti yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Selain itu, latto-latto juga diperlombakan di Soppeng, Sulawesi Selatan berlangsung hingga 4 jam lamanya, sampai-sampai membuat penonton tertidur.

Itulah beberapa fakta menarik permainan Latto-latto yang lagi viral di kalangan anak-anak.(RED*)