Sapintrong, Eksistensi Kehidupan Anak Sunda yang Mulai Dilupakan

Jabartrust.com, Bandung, – Sapintrong, permainan yang mungkin sudah jarang terdengar namanya, adalah bagian penting dari kenangan masa kecil sebagian besar anak-anak di daerah pedesaan di Jawa Barat. Dalam zaman sekarang yang penuh dengan teknologi dan hiburan digital, permainan tradisional seperti sapintrong mulai melupakan eksistensinya, terutama di kota-kota besar seperti Bandung.

Dalam permainan sapintrong, sekelompok anak berkumpul untuk bermain. Dua dari mereka bertindak sebagai pemegang tali, sementara seorang anak lain mencoba melompati tali tersebut dengan berbagai trik dan gerakan. Permainan ini sering kali diisi dengan tawa dan keceriaan, dan menjadi sarana yang baik untuk berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Anak-anak perempuan seringkali menjadi bintang utama dalam permainan ini karena lincahnya gerakan mereka.

Baca Juga :  Hut Polda Metro Jaya ke - 73, Polres Metro Bekasi gelar Tasyakuran Bersama Insan Pers

Di daerah pedesaan, sapintrong adalah salah satu cara anak-anak mengisi waktu luang mereka. Mereka bermain setelah sekolah atau selama istirahat. Aktivitas ini juga dianggap sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta, mengingatkan mereka bahwa kelancaran hidup mereka adalah anugerah. Lebih dari sekadar permainan, sapintrong mencerminkan kedekatan manusia dengan alam.

Namun, di kota Bandung, tradisi ini mulai meredup. Permainan tradisional seperti sapintrong mulai ditinggalkan oleh anak-anak perkotaan yang lebih tertarik pada teknologi modern. Ponsel pintar dan hiburan digital semakin menggantikan permainan fisik di luar ruangan. Ini menunjukkan bahwa tradisi seperti sapintrong dapat terancam punah jika tidak dijaga dan dipromosikan dengan baik.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Bantu Warga Pra Sejahtera Punya TV Digital

Meskipun demikian, beberapa sekolah masih mencoba menjaga keberlangsungan tradisi ini dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum pendidikan jasmani. Ini adalah langkah positif dalam memastikan bahwa permainan seperti sapintrong terus hidup dan menjadi kenangan berharga dalam kehidupan anak-anak. Tradisi ini mengajarkan kita pentingnya merawat dan melestarikan budaya dan tradisi yang membentuk bagian berharga dari sejarah dan identitas lokal kita.