Sitkom “Si Kemod” Angkat Keresahan Warga KBB

Sutradara dan pemeran hadiri presscon dan premier sitkom Piskemod / Istimewa
Sutradara dan pemeran hadiri presscon dan premier sitkom Piskemod / Istimewa

JABARTRUST.COM, KBB – Seniman asal Kabupaten Bandung Barat mengangkat kegelisahan warga dengan situasi disekitarnya yang dirasa jauh dari kata sempurna, atau dikategorikan daerah maju.

Bukan sekedar tayangan biasa, sikemod kental dengan unsur Komedi. Tak hanya itu, lokasi hingga para aktor yang terlibat, semuanya memanfaatkan tenaga lokal asal Kabupaten Bandung Barat.

Melalui serial komedi situasi (Sitkom) “Si Kemod”, sang sutradara, Boim Jalu menjelaskan, melalui cerita yang disajikan dalam film tersebut, ternyata di Kabupaten Bandung Barat banyak potensi seni yang bisa dikembangkan.

” Aktor kita semua dari lokal, lokasi syuting yang kita pakai juga semua di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Boim.

Karakter utama dalam cerita tersebut merupakan sosok pemuda jail yang terlalu lama menganggur dan lebih sering nongkrong.

Baca Juga :  Sekolah SMK Di Pangandaran Gelar UK

“Ceritanya diambil dari kisah nyata, namun karena yang bersangkutan tidak ingin dipublikasikan, makanya kita plesetkan menjadi “Si Kemod,” katanya.

Ia menambahkan, cerita sitkom tersebut diambil dari keresahan yang terjadi di masyarakat saat ini. Oleh karena itu, 85 persen ceritanya diadopsi dari realitas hidup masyarakat hari ini.

“Cerita diambil dari kejadian yang ada di lingkungan kita sehingga terkandung pesan moral di dalamnya. Si Kemod juga merupakan sosok orang yang cerdik, tengil dan sedikit playboy,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Disparbud) KBB Ibrahim Aji mengatakan, pihaknya berharap dengan munculnya sitkom tersebut mendorong cineas lain di Kabupaten Bandung Barat untuk berkarya.

Baca Juga :  Cari Prestasi Para Pelajar Pentas Pai Tingkat Kabupaten Di Gelar

“Semoga talent-talent lokal bisa bersaing dengan talent luar KBB sekaligus bisa mengangkat destinasi wisata terutama destinasi-destinasi yang dikelola oleh masyarakat (Pokdarwis),” pungkasnya.*** (Didit)