ATR-BPN Realisasikan Ribuan Sertifikat Tanah Untuk Warga

Penyerahan Sertifikat Tanah oleh ATR BPN Pangandaran
Penyerahan Sertifikat Tanah oleh ATR BPN Pangandaran

JABARTRUST.COM, PANGANDARAN — Setelah melalui proses yang cukup panjang, program PTSL -PM ATR BPN Kabupaten Pangandaran dengan beberapa desa yang tersebar di sepuluh kecamatan akhirnya rampung, dengan ditandai penyerahan ribuan sertifikat tanah untuk warga masyarakat tegas Jaki Kahumas ATR BPN Pangandaran saat di mintai keterangan oleh Jabartrust 24/2.

Lebih jauh di sampaikan oleh Jaki bahwa penyerahan sertifikat tanah tersebut salah satunya di desa Ciganjeung Kecamatan Padaherang. Kini warga di desa tersebut telah menerima sertifikat tanah yang di serahkan langsung di balai desa Ciganjeung Kecamatan Padaherang. Begitupun untuk desa yang lainnya yang mengikuti program PTSL -PM, warganya dipastikan menerima sertifikat seperti di desa ciganjeung pungkasnya

Baca Juga :  Ridwan Kamil Bakal Resmikan Situ Rawa Kalong Depokhoaks terkait imunisasi

Hal senada di sampaikan oleh Kepala Desa Ciganjeung Imang Wardiman. Ia mengatakan bahwa warga Desa Ciganjeung sudah memiliki surat sertifikat tanah yang di berikan oleh ATR BPN Pangandaran.

“Ya kami serahkan sertifikat tersebut kepada warga yang telah mengikuti program PTSL -PM selain itu saat program berjalan di desa ciganjeung warga masyarakat pun ikut aktif dalam proses kegiatan PTSL -PM dengan aktifnya warga di desa ciganjeung semuanya berjalan lancar tidak ada hambatan”, tegas Imang Wardiman saat di mintai keterangan oleh jabartrust 24/2.

Sementara itu untuk Desa Ciganjeung Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran warga masyarakat yang berhak menerima sertifikat tanah dan telah mengikuti program dari PTSL PM ATR BPN sebanyak dua ribu tiga ratus lebih.

Baca Juga :  Wagub Uu Ruzhanul Tinjau Pelaksanaan PPDB SMA Negeri 1 Indramayu

Imang menambahkan dari jumlah tersebut tidak ada satu pun warga yang di pungut biaya, baik oleh desa ataupun oleh BPN Pangandaran.

Namun menginggat sangat banyak warga yang menerima sertifikat tanah, maka pihak desa melakukan pembagian waktu penyerahan sertifikat, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. ***( ntang )