Bey Ingatkan ASN Jaga Komitmen Prinsip Demokrasi dan Netralitas Pilkada 2024

Jabartrust.com, Bandung, – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang bersih, jujur, dan demokratis. Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Pelaksanaan Tahapan Pilkada di Jabar Tahun 2024 bersama KPU Jabar di Hotel Harris, Kota Bandung, pada Selasa (30/4/2024).

Bey mencatat bahwa Pilkada 2024 mencakup pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota, dengan perkiraan 36,5 juta jiwa pemilih, di mana sekitar 81,3 persen atau 29,3 juta jiwa diharapkan menggunakan hak pilihnya. Ini menunjukkan partisipasi besar masyarakat dalam proses demokrasi di Jawa Barat.

Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan pilkada akan berlangsung di 140.457 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 627 kecamatan, 5.311 desa, dan 645 kelurahan di Jabar. Pilkada bukan hanya proses politik biasa, tetapi juga puncak dari kegiatan demokrasi di tingkat daerah.

Baca Juga :  Kampung KB Barokah Kolaborasi Tangkal Stunting

Menurut Bey, Pilkada memiliki makna penting dalam menentukan arah pembangunan dan kepemimpinan di masa mendatang bagi Jawa Barat. Dia menekankan bahwa ini adalah momen di mana rakyat Jabar menggunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang dapat mewakili kepentingan dan aspirasi mereka.

Bey menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada merupakan tanggung jawab bersama bagi semua kepala daerah. Pemimpin memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa proses pemilihan berlangsung dengan lancar, transparan, dan demokratis.

Dia juga mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Jabar untuk menjaga komitmen terhadap prinsip demokrasi dan netralitas, karena hal ini tidak dapat ditawar. Setiap ASN diharapkan bertindak secara profesional, netral, dan tidak memihak kepada calon manapun.

Baca Juga :  Lapas Cikarang Bagikan Sembako Usai Lakukan Touring Bagi Masyarakat Desa Pasirtanjung

Bey menegaskan bahwa pelanggaran terhadap prinsip netralitas akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dia juga menekankan pentingnya persiapan matang dan pelaksanaan yang cermat untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan tertib selama proses kampanye dan pemungutan suara.

Dia meminta seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kedaulatan rakyat dan memastikan Pilkada 2024 yang bersih, jujur, dan demokratis.