Ini Fungsi Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Satyagatra BKKBN JABAR

Jabartrust, Bandung Barat – Dalam langkah yang mengubah paradigma pelayanan kepada keluarga dan kelompok rentan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Barat meluncurkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Satyagatra di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa, 19 Desember 2023.

Menurut Kepala BKKBN Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa, terjadi perubahan mendasar dalam layanan dengan memasukkan keluarga rentan sebagai salah satu sasaran BKKBN. “Perubahan ini tercermin dalam Peraturan BKKBN Nomor 15 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera,” ungkap Fazar.

Pergantian dari PPKS menjadi Satyagatra tidak hanya mengubah nomenklatur, tetapi juga mengubah layanan fundamental, sehingga diperlukan perubahan dari peraturan sebelumnya, yaitu Peraturan Kepala BKKBN Nomor 19 Tahun 2017. “Perubahan singkatan dari PPKS menjadi Satyagatra ini untuk memenuhi kebutuhan program dan perkembangan saat ini,” tegasnya.

Fazar menyoroti empat alasan untuk penyesuaian ini, yang pertama adalah perlunya dasar hukum yang diundangkan secara resmi oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Selain itu, diperlukan dasar hukum yang mengatur tentang definisi dan ruang lingkup keluarga rentan yang diampu oleh BKKBN, dengan tujuan memperbarui akronim Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera untuk meminimalkan potensi kesalahpahaman informasi di masyarakat.

Baca Juga :  Si Cepot Kampanye Percepatan Penurunan Stunting melalui Wayang Golek

“Alasan yang keempat, perlu ada instrumen pemantauan dan evaluasi yang dapat digunakan untuk menjaga kualitas pengelolaan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera, mulai dari pembentukan hingga penyelenggaraan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fazar menjelaskan perbedaan mendasar antara PPKS dan Satyagatra, dengan tujuh perbedaan yang diuraikan. Yang pertama adalah perubahan substantif dalam substansi, di mana Satyagatra mencakup definisi dan ruang lingkup keluarga rentan, tidak seperti regulasi tahun 2017.

Ruang lingkup kegiatan juga berbeda, dengan PPKS mencakup komunikasi, informasi dan edukasi, konsultasi dan konseling, pembinaan, serta rujukan. Sementara itu, ruang lingkup kegiatan Satyagatra mencakup komunikasi, informasi dan edukasi, konsultasi dan konseling, pendampingan, serta rujukan, dengan penambahan yang mencolok yaitu pendampingan kepada kelompok sasaran.

Baca Juga :  FPP Indramayu Siap Songsong Peradaban Baru Pondok Pesantren

Lebih lanjut, Satyagatra melibatkan penyelenggara, baik pemerintah maupun non-pemerintah, sementara PPKS tidak menentukan penyelenggara. Satyagatra juga menggabungkan seksi promosi dan pengembangan, berbeda dengan PPKS yang memisahkannya.

“Perbedaan juga terletak pada tata cara penyelenggaraan. Tata cara penyelenggaraan PPKS dimuat dalam bagian isi peraturan, sedangkan Satyagatra mencantumkan detail dalam bagian lampiran. Selanjutnya, regulasi lama tidak mencantumkan instrumen pemantauan dan evaluasi, sedangkan regulasi baru Satyagatra sudah mencakup instrumen pemantauan dan evaluasi,” terangnya.

Fazar membagikan bahwa saat ini di Jawa Barat terdapat Satyagatra rujukan bernama Satyagatra Sauyunan, dan juga Satyagatra berbasis Organisasi Keagamaan seperti Satyagatra Aisyiah, dengan total empat puluh satu Satyagatra yang terbentuk sejak tahun 2022, mendapatkan dukungan dana BOKB yang tersebar di dua puluh tujuh Kabupaten/Kota.

Baca Juga :  Pembagian Bansos Migor Membludak, Petugas Kewalahan Tertibkan Antrean

BKKBN Jawa Barat bertujuan mencapai 11.754 keluarga yang mengakses Satyagatra, bekerja sama dengan pusat pelatihan dan organisasi keperawatan untuk pelatihan teknis dan pelayanan publik lebih dekat melalui Satyagatra. Respon positif dari Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera tampak di berbagai wilayah.

Ali Kurniawan, Camat Lembang Kabupaten Bandung Barat, menyambut baik menjadi tuan rumah peluncuran Satyagatra, menekankan keragaman populasi mereka dan dampak positif Satyagatra dalam menanggulangi kasus kekerasan dalam rumah tangga.

R. Eriska Hendrayana, Kepala Dinas P2KBP3A, menyatakan optimisme bahwa Satyagatra, yang menargetkan keluarga rentan, akan membantu mereka beradaptasi secara fisik, sosial, dan psikologis untuk kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.

Sebagai kesimpulan, Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Satyagatra tidak hanya bertujuan memberikan kesejahteraan kepada keluarga di Lembang, tetapi juga di setiap kecamatan, mengoptimalkan fungsi keluarga untuk mencapai kehidupan keluarga berkualitas.