Menyelaraskan Keseimbangan Keluarga: BKKBN Angkat Suara

Jabartrust.com, Bandung – Dokter Hasto, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menggugah perhatian publik dengan pernyataan terbarunya tentang dinamika pertumbuhan penduduk. Dia menegaskan bahwa saran untuk setiap pasangan memiliki minimal satu anak perempuan bukanlah suatu kewajiban, melainkan sekadar upaya untuk menjaga keseimbangan demografi.

Dalam konferensi pers yang diadakan hari Senin kemarin, Dokter Hasto menyoroti bahwa situasi ini tidak bersifat seragam di seluruh wilayah. “Di beberapa daerah seperti Bali, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta, jumlah rata-rata anak perempuan per keluarga sudah di bawah 2,1, angka yang dianggap stabil untuk keberlanjutan populasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa idealnya, setiap perempuan memiliki sekitar dua anak. “Meskipun satu perempuan memiliki dua anak, sementara perempuan lain tidak memiliki anak, hal ini bukanlah masalah besar selama dihitung secara rata-rata,” tambahnya dengan tegas.

Baca Juga :  Tim Pengendalian Inflasi Daerah Jawa Barat Antisipasi Stagflasi

Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran akan keberagaman kondisi sosial dan budaya di Indonesia, di mana setiap wilayah memiliki dinamika keluarga yang berbeda. Hal ini menunjukkan pendekatan yang inklusif dan disesuaikan dengan realitas lokal dalam merumuskan kebijakan keluarga berencana.

Dokter Hasto juga menekankan pentingnya dialog terbuka dan pemahaman yang mendalam dalam masyarakat terkait isu-isu ini. “Kita harus menghargai perbedaan-perbedaan ini dalam upaya mencapai tujuan bersama untuk keberlanjutan dan kesejahteraan keluarga Indonesia,” pungkasnya dengan optimisme.(Nonu)