Pertamax Naik 3,9 Persen, Dexlite Turun Harga

JABARTRUST.COM, JAKARTA, – PT.Pertamina (Persero) Rabu (1/3) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak non subsidi jenis Pertamax dan pertamax turbo, sementara untuk pertamina dex dan dexlite turun harga. Penyesuaian ini dilakukan antara lain karena perkembangan tren harga minyak mentah dunia.

Dikutip dari situs resmi milik Pertamina, harga pertamax naik sebanyak 3,9 persen dari Rp.12.800/ liter menjadi 13.300/liter. Sementara pertamax turbo naik sebesar 1,7 persen, dari 14.850/liter menjadi 15.100/liter.

Sementara itu, penurunan harga terjadi pada pertamina dex sebesar 5,9 persen, dari Rp.16.850/liter menjadi Rp.15.850/liter, sedangkan harga dexlite turun 7,4 persen ,menjadi 14.950/liter.

”Penyesuaian harga mengacu mengacu pada rata-rata MOPS (Means of Platts Singapore) pada periode 25 Januari 2023 hingga 24 Februari 2023,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.

Baca Juga :  Pemda Provinsi Jawa Barat dan 11 Kabupaten/ Kota Raih Penghargaan BKN Award 2022

Pengamat ekonomi energi, Fahmy Radhi menerangkan, fluktuasi harga minyak dunia berlangsung harian, oleh karena itu, harga BBM nonsubsidi harus juga disesuaikan dengan angka keekonomian. Ia pun menilai langkah Mentri BUMN Erick Thohir untuk mengevaluasi harga pertamax setiap pekan sudah tepat. “agar pertamina juga fair, saat harga minyak mentah naik, harga pertamax juga naik, sebaliknya, jika harga minyak dunia turun, maka harga pertamax juga ikut turun” cetus Fahmi.

Berdasarkan catatan Trading Economics, harga minyak mentah jenis brent per 28 Februari 2023 sebesar 83 dollar AS per barel atau meningkat dari 22 Februari yang 80 dollar AS per barel. Kendati berfluktuasi, sejak awal 2023 dinamika harga minyak relatif selalu berada pada kisaran 80-87 dollar AS per barel.***(Red).

Baca Juga :  Uu Ruzhanul Lantik 79 Dewan Hakim STQH Tingkat Provinsi Jabar