Akibat Palsukan Dokumen Pengajuan Kredit Mobil, Warga Bandung Dipenjara 1,3 Tahun

Jabartrust.com, Bandung – Warga Cigadung Bandung, Ragil Septian nekat memalsukan dokumen untuk pengajuan kredit mobil. Dokumen yang dipalsukan yakni informasi pendapatan dan juga informasi tempat kerja dengan membuat Surat Keterangan Usaha (SKU) palsu.

Parahnya lagi, setelah pengajuan kreditnya disetujui dan mobilnya diterima, Ragil malah mangkir membayar angsuran dan menjual mobilnya ke pihak ketiga. Akibat ulahnya ini Ragil diganjar hukuman penjara 1,3 tahun dan denda 10 juta rupiah.

Kasus tersebut bermula ketika Ragil mengajukan pembiayaan atas 2 unit mobil yaitu Honda CRV dan Honda Brio dari Astra Credit Companies (ACC) Bandung Naripan. Setelah perjanjian pembiayaan ditandatangani dan mobil diterima, Ragil mangkir melakukan pembayaran angsuran.

Baca Juga :  Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, dengan tegas menandatangani keputusan terkait besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk tahun 2024. Keputusan tersebut mempertahankan kebijakan menggunakan Pedoman Penetapan UMK sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023, yang berlaku di 27 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Dalam konferensi pers di Gedung Sate pada Kamis (30/11/2023), Bey Machmudin menjelaskan bahwa meskipun ada usulan dari 14 Kota Kabupaten untuk menaikkan UMK di atas ketentuan PP, Pemprov Jabar tetap memutuskan untuk konsisten dengan ketentuan yang berlaku. "Saya juga sudah menerima perwakilan dari serikat pekerja, sudah disetujui tetap pakai PP nomor 51 tahun 2023 itu yang menjadi dasar kami, dan kami hanya bisa di koridor itu," ujarnya dengan tegas. Ketua Pj Gubernur ini menuturkan bahwa kenaikan UMK akan tetap diterapkan, meski harus sesuai dengan ketentuan PP nomor 51 tahun 2023. Kota Bekasi menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi, mencapai Rp 5.343.430, sementara Kota Banjar mencatat UMK terendah sebesar Rp 2.070.192. Bey Machmudin juga mencatat perubahan signifikan, di mana Karawang yang sebelumnya berada di peringkat bawah, kini menduduki peringkat kedua UMK tertinggi di Jawa Barat. "Kenaikan tiap daerah berbeda-beda sesuai karakter dan batas UMK. Saya berharap karena sudah diputuskan, kita patuhi bersama dan memang hasil hari ini adalah yang kami bisa maksimal perbuat. Sudah diformulasi dan sudah cukup untuk kami menetapkan UMK hari ini," ungkapnya. Dengan keputusan ini, Pemprov Jabar berharap dapat menjaga keseimbangan dan keberlanjutan perekonomian di tingkat lokal, sambil mempertimbangkan kondisi yang berlaku sesuai peraturan yang ada.

“ACC telah melakukan upaya penagihan seperti melalui telepon dan juga mengirimkan Surat Peringatan 1,2 dan 3. Tim ACC juga melakukan penagihan langsung ke alamat Ragil,” Branch Manager ACC Bandung Naripan, Ferry Ferdianto di Kota Bandung, Jumat (19/1/2024).

Menurutnya Tim ACC menemukan bahwa kedua mobil tersebut telah dijual kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuan ACC. Selain itu, Ragil juga telah memalsukan dokumen-dokumen pengajuan kredit sehingga ACC mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Atas dasar tersebut, perwakilan ACC yaitu Muhammad Affifudin membuat laporan polisi tanggal 26 September 2022 ke Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

Pada tanggal 29 Mei 2023 status Ragil Septian ditetapkan sebagai tersangka. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ragil dengan Pasal 35 Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan dengan ancaman Pidana 5 tahun.

Baca Juga :  Waspada, 27 Warga Subang Digigit Ular 1 Diantaranya Meninggal

“Pada saat persidangan Ragil mengakui telah menjual mobil dan gagal mencari keberadaan mobil tersebut. Tanggal 11 januari 2024 Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus menjatuhkan hukuman pidana kepada Ragil Septian dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan dan denda sebesar 10 juta rupiah,” ujarnya.

Ia menerangkan pada dasarnya tindakan memalsukan dokumen untuk pengajuan kredit mobil adalah tindakan yang melanggar hukum. Tindakan mengalihkan mobil yang sedang dalam masa kredit juga merupakan tindakan melanggar hukum.

‚ÄúPada dasarnya ACC selalu siap membantu customer yang memiliki kesulitan dengan mencari solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak. Customer dapat langsung datang ke kantor ACC terdekat sehingga kita bisa berdiskusi bersama,” ucapnya.(rio)

Baca Juga :  Iwan M Ridwan Kembali Raih Tiket Jadi Wakil Rakyat di DPRD Pangandaran