Bupati Tasik Ade Sugianto, Ungkap Peran BKPRMI Dalam Menjaga Jiwa Islami Generasi Muda

Jabartrust.com, Kab.Tasikmalaya – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Tasikmalaya menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke-7 yang dilaksanakan di Hotel Holiday Inn, Pangandaran pada Senin (29/4/2024).

Acara Musyda ke-7 BKPRMI Kabupaten Tasikmalaya tersebut dihadiri langsung Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ade Sugianto mengungkapkan peran penting dari BKPRMI, terutama dalam upaya menjaga jiwa islami generasi muda agar terhindar dari hal-hal negatif.

“Tahun 2045 nanti ada Indonesia Emas. Angka penduduk produktif akan mendominasi negeri ini. Tetapi Indonesia Emas itu tentu harus kita bangun, kita jaga, kita kawal. Salah satunya dengan mendidik dan membimbing generasi muda untuk menggapai itu,” ungkap Ade Sugianto.

Baca Juga :  Bey Machmudin Pantau Longsor Dago Bengkok

Ade Sugianto memaparkan, meski saat ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sedang menghadapi dua hambatan besar, namun menurutnya mendidik dan membimbing generasi muda bisa dilakukan melalui masjid, selain itu pendidikan agama juga akan membekali mereka melakukan hal-hal yang positif. Oleh karena itu, Bupati Ade Sugianto mengaku kalau pihaknya selalu berupaya untuk memberikan motivasi, dorongan serta semangat kepada BKPRMI.

“Hambatan yang pertama, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berpenghasilan terkecil di Jawa Barat. APBD kami hanya Rp 98 miliar. Berbeda dengan Bogor yang Rp 4 triliun misalnya,” papar Ade Sugianto.

Adapun hampatan yang kedua, menurut Ade Sugianto adalah aturan yang tidak memperbolehkan hibah berulang. Berdasarkan aturan yang ada, hibah berulang hanya berlaku pada Pramuka, KNPI, BNN, PKK, dan TMMD.

Baca Juga :  Kampung KB Kokolaka Raih Penghargaan Inovasi Terbaik Dalam Mencegah Stunting

“Yang selain dari lima hal tadi, tidak boleh. Tidak ada kecuali. Jadi kalau bupatinya sangat taat kepada aturan, tidak bisa memberikan hibah setiap tahun,” ujar Ade Sugianto.

Meski demikian, Bupati Ade Sugianto mengaku dengan sangat terpaksa selalu memberikan bantuan hibah ke sejumlah organisasi setiap tahun, termasuk ke BKPRMI, sejauh kemampuan pemerintah.

“Kami lakukan karena terpaksa, juga karena merasa malu. Masa ada yang sudah berjuang sementara pemerintah diam saja sama sekali tidak membantu? Karena itu kami mohon maaf sekali, perhatian kami masih sangat jauh dari harapan,” pungkas Ade Sugianto.*(yudie)