Cegah Minat Jadi Pekerja Migran Ilegal, Benny Blusukan Edukasi Warga

JABARTRUST.COM. MAJALAYA, . Guna mencegah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat secara ilegal ke luar negeri, sejumlah langkah dilakukan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Salah satunya adalah dengan menggelar sosialisasi yang kali ini dilaksanakan di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu, 10 Februari 2024.

“Alhamdulillah kita sekarang ada di Majalaya. Secara massif sosialisasi terus kita lakukan, turun ke bawah untuk menyapa masyarakat. Tapi lebih penting dari itu adalah masyarakat teredukasi bagaimana berangkat ke luar negeri dan mereka paham bahwa peluang kerja sangat terbuka luas sehingga mereka harus merebut peluang kerja ini,” tutur Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, Sabtu siang.

Benny menilai bahwa dalam pencegahan ini, pemerintah harus terlibat untuk memberikan edukasi dengan turun langsung ke lapangan.

Baca Juga :  BKKBN Jabar sambut PPPK Untuk Bantu Pembangunan

“Pemerintah harus bertanggung jawab untuk menyiapkan para remaja yang usianya sudah masuk 18 tahun,” tegasnya.

“Pada usia ini untuk merebut peluang kerja di luar negeri, di beberapa negara dengan sektor-sektor pekerjaan yang sudah diketahui oleh masyarakat,” tambahnya.

Benny menyebut, sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi calon pekerja yang nantinya diharapkan memiliki keahlian dan keterampilan serta bisa mengerti dan fasih berbahasa menurut tempatnya bekerja.

Dijelaskannya, sosialisasi kali ini dengan sasaran para remaja di sekolah dapat menjadi mitra yang sangat positif.

“Setelah lulus SMP, mereka mungkin melanjutkan ke SMA. Tapi sebetulnya, peluang kerja di luar negeri dengan lulusan SMP pun bisa dengan gaji yang sangat tinggi tadi. Tapi jika dia melanjutkan ke SMA, setelah lulus masih sangat terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Forum Lintas Ormas Kabupaten Bogor Gelar Bazar Ramadan 1445 H

“Kita bayangkan, UMP Kabupaten Bandung hanya Rp.3,5 sampai Rp.3,57 juta. Kemudian di luar negeri mereka bisa mendapatkan gaji sampai Rp.23 juta hingga Rp.30 juta,” ungkapnya.

Lebih jauh Benny mengungkapkan, tingkat pengangguran di Indonesia sangat tinggi, ditambah dengan jumlah angkatan kerja yang juga sangat tinggi.

“Pengangguran yang sangat tinggi ini adalah momentum emas untuk direbut anak-anak kita dengan mempersiapkan kompetensi belajar,” harapnya.*