Herdis Permana Rekonstruksi Pembunuhan Mengerikan: 27 Adegan Terungkap di Tempat Kejadian di Tasikmalaya

Jabartrust, Tasikmalaya – Dalam pembalikan kejadian yang menakutkan, polisi menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh Herdis Permana terhadap pacarnya di Tasikmalaya. Enam belas adegan yang menggambarkan tindakan merenggut nyawa itu dipertunjukkan di tempat kejadian, sebuah kebun durian di Desa Puteran Kaler, menarik perhatian warga sekitar.

Warga, yang ingin menyaksikan rekonstruksi kasus yang mengguncang Tasikmalaya itu, memadati lokasi, menyuarakan kegeraman mereka dengan menyindir pelaku selama proses reka ulang. Di sisi lain, pihak kepolisian menjaga keamanan dengan ketat untuk mencegah kegeraman warga berubah menjadi kerusuhan massa. Berbagai satuan polisi, termasuk Pasukan Dalmas, dan polisi berpakaian sipil, ditempatkan untuk mengelola kerumunan yang semakin besar.

Baca Juga :  Pelajar Tewas di Subang, Diduga Akibat Penganiayaan Oknum Polisi

Proses rekonstruksi menampilkan 27 adegan yang menggambarkan dengan jelas tindakan kejam Herdis Permana terhadap pacarnya yang sedang hamil, W (19). Dimulai dari perjalanan naik sepeda motor menuju kebun, adegan-adegan tersebut membuka narasi mengerikan kekerasan.

Ketika pasangan itu turun ke kebun, pertengkaran terjadi, memicu aksi brutal Herdis Permana pada adegan ketujuh dengan memukul korban berkali-kali hingga terjatuh. Pelaku menarik korban ke area kebun yang lebih rendah, lalu melanjutkan serangannya.

Seperti terkena setan, Herdis mengambil pentungan kayu dari ranselnya dan menghantam W dengan kekuatan tanpa ampun, memberikan lima pukulan ke kepalanya tanpa henti. Pukulan terakhir mematahkan pentungan kayu, meninggalkan darah mengalir dari telinga dan mulut korban.

Baca Juga :  Ajang Kespro Kawula Muda BKKBN Hadir Lagi!

Tak puas, Herdis kemudian mengeluarkan pisau karambit dari ranselnya dan menusuk W di tulang rusuk kanan serta beberapa titik di lehernya. “Saya tidak sempat memeriksa apakah dia masih hidup atau sudah meninggal,” ujar Herdis saat memerankan kembali adegan mengerikan itu.

Adegan selanjutnya menunjukkan Herdis meninggalkan korban, membawa tas dan ponsel miliknya, meninggalkan sepeda motor korban, dan kembali ke kampusnya dengan sepeda motornya sendiri.

“Proses rekonstruksi berjalan lancar, dengan kerjasama dari tersangka. Setiap adegan sesuai dengan pengakuan tersangka dan keterangan saksi lainnya,” ungkap KBO Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Endang Kusmirah.

Dari 21 adegan yang awalnya direncanakan, berkembang menjadi 27 adegan yang memberikan wawasan detail tentang pembunuhan berencana ini. “Total 27 adegan yang kami laksanakan dalam proses rekonstruksi ini,” jelas Endang.

Baca Juga :  DPPKB Kota Bandung Perkuat Lini Lapangan Demi Tekan Angka Stunting

Rekonstruksi ini menjadi bagian krusial dari proses hukum, dengan tujuan membawa tersangka ke persidangan di Pengadilan Negeri Tasikmalaya. “Kami berusaha untuk segera mentransfer berkas perkara ini ke Kejaksaan agar dapat segera disidangkan,” tutup Endang.