Inflasi Tinggi, Jadi Kado HUT Ke-76 Kabupaten Subang

JABARTRUST.COM, Subang -Di Hari Ulang Tahunnya Ke-76, Kabupaten Subang menerima kado inflasi tertinggi di Jawa Barat.

Dalam rilisnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi tertinggi di Jawa Barat terjadi di Kabupaten Subang sebesar 4,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,67.

Tingginya inflasi di Kabupaten Subang ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta Pemerintah Kabupaten Subang dapat melakukan berbagai cara untuk mengendalikan inflasi di daerahnya.

“Kami sampaikan kabupaten dengan inflasi tertinggi Maret 2024 adalah Kabupaten Subang 4,69 persen, adapun paling rendah Kota Bandung 2,58 persen,” kata Sekda Jabar Herman Suryatman, Kamis (4/4/2024).

“Subang kita genjot, kita hadirkan operasi pasar dari provinsi kemudian dari pemkab juga ditambah gerakan pangan murah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemuda PUI KBB: Kami Harap Presiden Bisa Menekan Harga Sembako yang Meroket di Bandung Barat.

Menurut Komis Bastaman, tokoh masyarakat Subang, dirinya prihatin dengan tingginya inflasi tersebut.

“Wah, yang bener Kabupaten Subang, inflasinya tertinggi. Jika bener saya prihatin, Padahal, sebelumnya Presiden Joko Widodo menyebut, dengan adanya jabatan PJ Kepala Daerah, PJ Kepala Daerah itu, harus bisa menyukseskan Pemilu, menurunkan angka stunting dan menekan angka inflasi,” ungkap Komis Bastaman, Jumat (5/04/2024).

Ditambahkan Komir, inflasi tinggi sangatlah berdampak pada kehidupan masyarakat.
“Masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat terkena imbas karena tidak dapat menjangkau harga barang yang telah mengalami kenaikan sehingga mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup terlebih menjelang Lebaran ini,”tambah Komir.

Upaya untuk menekan harga demi mengurangi inflasi akan mengakibatkan pengangguran. Inflasi yang sangat tinggi dapat menyebabkan pendapatan masyarakat berkurang karena harga barang yang semakin mahal, sehingga standar hidup masyarakat akan semakin turun.

Baca Juga :  23 Sekolah Sabet Penghargaan di Sabilulungan, Kabupaten Bandung

Situasi seperti demikian bisa sangat merugikan masyarakat. Inflasi juga dapat mempengaruhi distribusi pendapatan dalam perekonomian. Pengendalian inflasi dapat dilakukan guna mengatasi inflasi yang dapat memberi dampak buruk pada kehidupan masyarakat.

“Dengan tingginya inflasi di Kabupaten Subang ini, sekali lagi, kami sebagai masyarakat meminta kepada Pemkab Subang, dalam hal ini PJ Bupati untuk segera menekan inflasi itu.Dengan membuat langkah kongrit yang sifatnya berkelanjutan,tidak sekedar parsial seperti pasar murah,” ucap Komir.*(Harry)