Jelang Kurban, Distan Pangandaran Lakukan Pengawasan Hewan Kurban

Jabartrust.com, Pangandaran,- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, Dinas Pertanian kabupaten Pangandaran membentuk tim Petugas Pengawas dan Pengendalian Hewan Kurban untuk dilepas ke peternak dan penjual hewan kurban. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan sebelum dilakukan penyembelihan hingga pasca pemotongan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan memimpin pelepasan Petugas Pengawas dan Pengendalian Hewan Kurban tahun 1445 H/2024 M, bertempat di halaman Puskeswan Dusun Bojonggebang Desa Wonoharjo, Senin (10/06/2024).

Dalam arahannya, Yadi Gunawan menyampaikan tujuan dibentuknya tim pengawasan hewan kurban ini guna menyasar tempat penjualan hewan qurban dan memeriksa kesehatan hewan ternak yang akan dijual guna memberikan rasa aman kepada konsumen atau masyarakat Terhadap ternak yang akan di kurban.

Baca Juga :  Daeng Makmur: Dugaan Pungli Di SMPN 1 Subang, Gara-Gara Selama Menjabat Ketua Komite, Tidak Ada Satu pun Bantuan Dari Bupati dan Anggota DPRD Subang

“Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemeriksaan dan pengawasan antemortem dan postmortem yang bertujuan untuk menghasilkan daging kurban yang Aman dan Sehat serta mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),”kata Yadi.

Seperti yang diketahui, menurut Yadi, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah (cloven-hoofed). Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, putting, dan di kulit sekitar kuku.

“PMK dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar akibat menurunnya produksi dan menjadi hambatan dalam perdagangan hewan dan produknya,”tegas Kepala Dinas Pertanian kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan.

Baca Juga :  BKKBN Jabar Harap TPK Miliki Standar Berkualitas

Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan tidak ditemukannya ternak terjangkit atau pun mengalami gejala PMK. Sebagai informasi terdapat sebanyak 5457 ekor hewan kurban yang diselenggarakan di Kabupaten Lima Puluh Kota, terdiri dari 1479 ekor sapi, 700 ekor kambing dan 1377 ekor domba.

“Dari jumlah tersebut sebagian besar hewan ternak yang dikurbankan adalah ternak dengan jenis kelamin jantan,”tandas Yadi.

Sesuai dengan Dasar Hukum Larangan Pemotongan Sapi Betina Produktif adalah Undang-Undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (2) bahwa ternak ruminansia produktif dilarang disembelih karena merupakan penghasil ternak yang baik.

“Pemeriksaan dan Pengawasan Pemotongan Hewan Kurban ini melibatkan 20 orang terdiri dari tenaga kesehatan hewan dan juga dokter hewan,”pungkas Yadi Gunawan.

Baca Juga :  KAI Luncurkan 3 Kereta Api Baru