Santri Tewas Akibat di Keroyok 18 Rekannya

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, di mana seorang santri bernama Hilmi ditemukan tewas setelah menjadi korban pengeroyokan oleh 18 rekannya. Kejadian ini terjadi pada Kamis malam hingga dini hari, mengguncang masyarakat setempat.

Hilmi, yang awalnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah 45, meninggal dunia pada Senin pagi. Aksi pengeroyokan ini pun menjadi viral di media sosial, menciptakan gelombang kecaman dan keprihatinan dari masyarakat.

Menurut Kapolres Kuningan, AKBP Willy Andrian, 12 dari 18 pelaku pengeroyokan masih di bawah umur. Motif sementara diketahui terkait dugaan pencurian yang dilakukan oleh korban. Meskipun demikian, Willy menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri, terlebih dengan cara pengeroyokan yang berujung pada kehilangan nyawa, tidak bisa dibenarkan hukum.

Baca Juga :  KAI Luncurkan 3 Kereta Api Baru

Hasil visum mengungkapkan bahwa korban mengalami luka lebam di seluruh tubuh. Kuasa hukum Ponpes Husnul Khotimah, Taufik Eka Fauzan, menyatakan bahwa Hilmi dan para pelaku pengeroyokan sebelumnya adalah teman dekat. Permasalahan sepele, seperti kehilangan uang dan barang-barang kecil, disebut sebagai pemicu konflik yang berujung tragis.

Peristiwa ini memberikan sorotan pada pentingnya penanganan konflik secara bijaksana dan penegakan hukum yang adil. Keluarga korban, teman-temannya, dan masyarakat setempat berduka atas kepergian Hilmi, sementara pihak berwenang terus menyelidiki kasus ini untuk membawa para pelaku keadilan.