PSI Tiba-Tiba Melejit di Real Count KPU, Analisis Menduga Ada Operasi Senyap

Jabartrust.com, Jakarta, – Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyoroti meningkatnya perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam hasil real count KPU sementara Pemilu 2024.

Berdasarkan data terbaru pada Jumat malam, suara PSI mencapai 3,09 persen atau sekitar 2.363.960 suara.

Menurut Jamiluddin, kenaikan suara PSI sangat mengejutkan. Hasil quick count dari berbagai lembaga survei sebelumnya menempatkan suara PSI di bawah 3 persen, sehingga diprediksi tidak akan masuk Senayan.

Kenaikan tersebut juga dipertanyakan karena terjadi dalam waktu singkat, hanya dalam dua jam suara PSI bertambah 19,5 ribu dari 110 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan penggelembungan suara yang dilaporkan terjadi di banyak tempat.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Dampingi Korban KDRT oleh Eks Brimob ke Polres Metro Depok

Selain itu, rumor tentang operasi senyap yang dimaksud untuk meloloskan partai politik tertentu ke Senayan juga harus diantisipasi. Kenaikan signifikan tersebut harus ditelusuri apakah terkait dengan operasi senyap tersebut.

Jamiluddin mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan deteksi terhadap dugaan tersebut. Operasi senyap dapat merusak demokrasi karena mengalihkan suara rakyat ke partai yang seharusnya tidak berhak.

Jika KPU dan Bawaslu tidak dapat menjelaskan dan mengatasi hal ini, maka wajar jika masyarakat akan mempertanyakan legitimasi hasil Pileg dan Pilpres. Oleh karena itu, Jamiluddin berpendapat bahwa KPU dan Bawaslu sebaiknya dibubarkan saja.

Diketahui, berdasarkan hasil quick count sebelumnya, PSI hanya mendapat suara di bawah ambang batas yang ditentukan, yaitu 4 persen. Namun, berdasarkan Real Count Pemilu Legislatif (Pileg) KPU, suara PSI telah mencapai 3 persen.

Baca Juga :  Indonesia VS Ekuador Berakhir Imbang di Piala Dunia U17/2023

#Pemilu2024 #PSI #RealCount #Bawaslu #KPU #Demokrasi #Legitimitas #Pileg #Pilpres #Survei