Awasi Pangan Olahan di Bulan Ramadhan, Dinkes Kab. Tasik Keluarkan Surat Edaran

Suasana sosialisai olahan pangan / Istimewa
Suasana sosialisai olahan pangan / Istimewa

JABARTRUST.COM, KAB. TASIKMALAYA – Seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan konsumsi masyarakat terhadap berbagai bahan pangan termasuk pangan olahan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H, kemungkinan akan terjadi peningkatan risiko bahaya kesehatan pada masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai otoritas pengawas keamanan pangan olahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya beserta Puskesmas jajarannya melalui surat edaran Nomor 040 /SE/2041 /Dinkes/2022, tentang upaya pengawasan pangan olahan saat Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H, memastikan pelaku usaha menerapkan cara produksi dan peredaran pangan olahan yang baik agar memenuhi syarat keamanan, mutu, dan gizi.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, melalui surat edaran kami minta agar setiap puskesmas melaksanakan pemantauan sentra atau pusat kegiatan ekonomi masyarakat berikut produk pangan olahan yang dijajakan, khususnya terhadap aspek higiene sanitasi dan keamanannnya.” ujar dr Reti zia dewi kurnia, Kabid pengawasan pelayanan kesehatan dan tempat usaha Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. Selasa (12/4/2022).

Baca Juga :  Bekerjasama Dengan Yayasan, Lapas Kelas II A Cikarang Membuka Pelatihan Kemandirian Tahun 2023

Agar masyarakat dapat dengan tenang menjalankan ibadah Ramadhan, serta untuk melindungi potensi bahaya kesehatan dari produk pangan olahan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya juga memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pelaku usaha produksi atau pengedar produk pangan olahan, agar memperhatikan keamanan produk pangan olahan yang dijajakan atau diedarkannya.

“Yang harus diperhatikan itu pemenuhan higiene sanitasi pada saat penerimaan, penyimpanan, dan pengemasan, termasuk kebersihan kemasan yang digunakan. Pengecekan terhadap tanggal kedaluwarsa dan penarikan produk pangan yang kedaluwarsa, pelabelan dan pengiklanan produk pangan olahan yang benar dan tidak menyesatkan masyarakat”. katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya juga meminta Puskesmas melaporkan hasil kegiatan pemantauan dan pengawasan produk pangan olahan serta perkembangan yang terjadi di wilayah kerjanya masing-masing jika ditemukan produk pangan olahan yang membahayakan dan memerlukan follow up lebih lanjut.

Baca Juga :  Tradisi Ziarah Kubur Meningkat Idul Fitri Kali Ini

“Masyarakat diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan lintas sektor terkait setempat jika ada kecurigaan pada makanan olahan”, Pungkasnya.*** ( Yudie )