Buang sampah sembarangan, Siapa yang salah?

masyarakat membuang sampah ke Jurang di salah satu kampung, kota Bandung Jawa Barat
masyarakat membuang sampah ke Jurang di salah satu kampung, kota Bandung Jawa Barat

JABARTRUST.COM, BANDUNG — Kebiasaan sebagian besar masyarakat indonesia membuang sampah sembarangan masih menjadi masalah yang harus diselesaikan secepatnya. Terlihat dari beberapa lingkungan di perkotaan atau di perkampungan, sampah masih terlihat dimana mana setiap harinya, tanpa ada usaha lebih dari masyarakat dan pemerintah untuk mengurangi atau bahkan menyelesaikan masalah tersebut sehingga ini menjadi masalah yang berlarut-larut dan sering kita temui.

Banyak masyarakat yang menganggap kecil masalah membuang sampah sembarangan, padahal ketika hal ini dibiarkan secara terus – menerus hal tersebut akan menjadi masalah yang besar  bagi kita di masa yang akan mendatang. Contohnya saja sampah yang terus – menerus dibuang sembarangan ke selokan atau gorong – gorong  sangat berpotensi menyebabkan banjir karena ada beberapa saluran yang tersumbat, kemudian contoh lainnya adalah  sampah yang dibuang ke tanah kosong dan di biarkan tanpa dikelola secara terus menerus  akan menjadi sarang penyakit, terlihat kumuh dan sangat berpotensi menyebabkan lingkungan yang kurang sehat.

Membuang sampah sembarangan merupakan masalah kecil yang dapat menimbulkan masalah besar dimasa yang akan mendatang jika dibiarkan terus menerus, Namun masih banyak masyarakat kita yang belum menyadari hal tersebut. Lalu siapa yang salah? Tentunya bukan hanya masyarakat saja yang salah namun juga kebijakan pemerintah yang kurang serius menangani hal tersebut. Banyak himbauan dilarang membuang sampah sembarangan kepada masyarakat, namun tidak diseimbangi dengan fasilitas ataupun sistem yang memadai yang kurang  menunjang masyarakat untuk membuang sampah kepada tempatnya.

Baca Juga :  Kapolsek Ciniru Beserta Warga Bahu Membahu Bersihkan Material Longsor

Dibeberapa tempat memang terdapat fasilitas yang menunjang masyarakat untuk membuang sampah kepada tempatnya, namun penyaluran fasilitas tersebut masih belum merata ke beberapa tempat lainnya. Sehingga masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan karena beralasan tidak menemui tempat sampah di lingkungannya, ditambah banyaknya sampah yang berserakan membuat masyarakat tidak malu untuk membuang sampah sembarangan karena menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa dilakukan dan tidak menjadi masalah yang besar jika dilakukan.

Selanjutnya sanksi yang ada, kurang memaksa masyarakat untuk mematuhi peraturan tersebut. Kurang tegas nya pemerintah memberikan sanksi kepada pelanggar membuat masyarat tidak takut untuk melanggar. Banyak peraturan  yang mengikat namun tidak diseimbangi dengan pengawasan yang ketat. Masyarakat dengan leluasa melanggar tanpa terkena sanksi yang telah ditetapkan.

Membuang sampah kepada tempatnya merupakan salah satu cara agar lingkungan kita menjadi bersih dan sehat. Banyak yang harus dibenahi oleh kita bersama agar hal tersebut bisa terjadi. Salah satu contohnya yaitu peran orang tua, peran orang tua sangat berpengaruh dalam mendidik perilaku anaknya untuk peduli terhadap lingkungan yang sehat dan bersih sedari kecil.

Penanaman perilaku menjaga kebersihan sangat penting dilakukan kepada anak-anak agar terbiasa sampai dewasa menjaga dan merawat lingkungan. Dengan memberikan pemahaman terhadap pentingnya kebersihan bagi kelangsungan hidup dan memberikan kebiasaan membuang sampah kepada tempatnya setiap hari tentunya sangat baik untuk dilakukan. Cara tersebut dapat membentuk karakter anak yang dapat menjaga kebersihan minimal di lingkungan yang dia tempati sendiri.

Baca Juga :  Atalia: Program “Tarian” Penting Dalam Mengurai Masalah Perempuan

Jika penanaman kebiasaan tersebut berhasil dilakukan oleh semua orang, maka hasilnya lingkungan yang kita tempati perlahan akan berkurang sampahnya dan dapat menjadi lingkungan yang bersih dan sehat karena semua orang sudah terbiasa menjaga kebersihan. Dan bukan tidak mungkin hal tersebut akan berlanjut kepada generasi selanjutnya melalui penanaman perilaku menjaga kebersihan kembali yang dilakukan oleh orang – orang yang dulu dididik dengan cara yang sama.

Melakukkan pembenahan terhadap sistem pengelolaan sampah yang ada juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah yang bertebaran akibat masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pembersihan secara besar-besaran terlebih dahulu, ketika lingkungan sudah bersih maka akan ada rasa malu ketika akan membuang sampah sembarangan. Selanjutnya penambahan fasilitas tempat sampah agar masyarakat ditempat-tempat yang banyak dilakukan atau dilewati oleh setiap orang untuk beraktivitas. Penambahan fasilitas tempat sampah harus dilakukan agar masyarakat tidak kebingungan untuk membuang sampah dan tidak memilih membuang sampah sembarangan karena tidak menemukan tempat sampah.

Ketika sistem tersebut sudah berjalan maka ditambah dengan peraturan – peraturan yang mengikat, dengan pengawasan secara ketat tentang membuang sampah sembarangan. Hal ini dapat membuat rasa takut untuk melanggar karena tidak mau menerima sanksi yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika semua berjalan dengan baik, disisi lain ada permasalahan yang penting untuk diperhatikan, yaitu volume sampah yang terlalu banyak di tempat pembuangan akhir (TPA) .

Baca Juga :  Program MobilTM Super Contest 2022, Bantu Promosi dan Apresiasi Mitra Outlet

Banyak nya sosialisasi tentang pengelolaan sampah merupakan salah satu usaha dari pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan. Seperti contohnya adalah program kang Pisman (kurangi Pisahkan Manfaatkan), program ini merupakan program yang dibuat untuk melatih masyarakat agar bisa memisahkan dan memanfaatkan sampah untuk kehidupan sehari – hari. Seperti membuat pupuk dari pupuk organik (sampah basah yang bisa terurai) dan membuat kerajinan dari sampah anorganik (sampah kering yang susah terururai) yang bisa memiliki nilai jual barang yang lumayan.

Sosialisi program – program tersebut harus dilakukan secara terus menerus bahkan setelah pembekalan seharusnya dimonitoring dan dibimbing dalam jangka panjang untuk melakukan praktik agar terbiasa terus menerus melakukan hal tersebut. Namun dalam kenyataannya sosialisasi masih kurang berjalan secara maksimal di beberapa  tempat sehingga tidak merubah  kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah kepada tempatnya dan mengelola sampah sendiri.

Tentunya hal tersebut menjadi tugas bagi pemerintah untuk selalu memperbaiki apa yang kurang disetiap  kegiatan pemberian sosialisasi terhadap kebersihan atau pengelolaan sampah kepada masyarakat. Dan mencari cara agar masyarakat sadar akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Sudah seharusnya kita berkerja sama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Dimulai dari diri kita sendiri kemudian keorang lain, dari hal terkecil dahulu kemudian ke hal terbesar, butuh waktu untuk merubah semuanya menjadi lebih baik maka ini saat nya untuk memulai. (FSG)