Donasi Ribuan Cup Kopi Untuk Para Nakes Covid 19

penyerahan kopi cup untuk nakes/foto : abby aditya

JABARTRUST,BANDUNG – Para pejuang tenaga kesehatan (Nakes) di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, mendapatkan Gerakan Coffeedonation atau donasi kopi ini pada Agustus 2021, sedikitnya sudah 12.000 cup kopi disebarkan.

Menurut penggagas Gerakan Coffeedonation Rani Mayasari, kopi merupakan minuman yang memberikan kesehatan bagi para pekerja. Terkait tenaga kesehatan, kopi menjadi bagian penting untuk penguatan bagi tubuh.

“Kopi itu booster bagi tubuh, dengan kopi para nakes bisa prima kembali dalam melayani para pasien, ” kata Rani di sela-sela pembagian Coffeedonation di RSHS, Rabu (23/03/2022).

Para nakes, lanjut Rani, mereka yang terlibat langsung dalam penanganan pasien Covid-19. Antara lain para perawat, petugas ambulans, petugas pemakaman, relawan Covid-19. “Termasuk juga para pasien yang tengah isolasi mandiri atau Isoman, ” papar pemilik Java Halu Coffee ini.

Baca Juga :  Rakyat Ingin Sembuh Dari Trauma, Bupati Minta Munculkan Berita Positif

Rani menyebutkan, donasi kopi ini memberikan dua manfaat sekaligus. Manfaat pertama bagi para nakes yang sedang berjuang melayani kesembuhan pasien, juga bagi para petani kopi.

“Pandemi ini membuat para petani menjerit karena harga kopi anjlok dan tidak terserap maksimal. Dengan gerakan ini, kopi hasil para petani ini bisa diserap,” tegasnya.

Hingga kini donasi yang telah dihimpun untuk gerakan Coffeedonation ini berasal dari berbagai instansi. Beberapa para donatur tersebut Protelindo, BCA, Iforte, Insan Musik, BFI, Inixindo, PT MAK, Kopi Oey, Ulungwae, Glick Coffee, Songo serta Laznaz BSMU. Donasi yang terhimpun sekitar 12.000 cup kopi yang sudah disebar.

Di balik aksi donasi kopi ini, terdapat Budi Rahardjo, tokoh masyarakat yang mengaku suka sekali minum kopi enak. Dari kebiasaan menikmati kopi ini, dirinya mendapat kabar para petani kopi terpuruk akibat pandemi Covid-19. Dosen ITB dan techkopreneur inilah yang menjadi angle donation di Coffeedonation ini.

Baca Juga :  RK Meyakini Urbanisasi Setelah Lebaran Tahun Ini Trendnya Menurun

“Kami melihat petani kopi menjerit karena terdampak pandemi. Pada saat bersamaan, kami tidak bisa memberikan APD ke nakes yang waktu itu begitu mengganas. Akhirnya tercetus kita berbagi kopi dengan para nakes, eh ternyata mereka suka,” kata Budi.

Dari sinilah, dirinya mengajak jejaringnya untuk ikut berdonasi melalui coffeedonation. Di balik menyerap produk petani kopi, juga memberikan kenikmatan kopi kepada nakes sebagai garda depan dalam melawan Covid-19.***