Gelar Job Fair Bedas Expo 2023, sedot 6000 lamaran

KABUPATEN BANDUNG, JABARTRUST.COM – Sebagai langkah mengentaskan angka pengangguran Pemkab Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar Job Fair Bedas Expo 2023 selama 3 hari. sebanyak 6000 lamaran kerja masuk ke perusahaan.

Job Fair atau bursa kerja itu digelar disela sela Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VII 2023 dan dalam rangkaian Bedas Expo 2023.

Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) antusias mengikuti Job Fair Bedas Expo 2023. Digelar selama 3 hari mulai dari tanggal 03 Juli hingga 05 Juli 2023 kemarin. diikuti oleh 30 perusahaan besar digelar di Gedung Budaya, Soreang, Kabupaten Bandung.

Kabid Perencanaan Tenaga Kerja dan penyebarluasan Informasi Pasar Kerja Disnaker Kabupaten Bandung M Zumhan, menjelaskan. Animo Pencari kerja (Pencaker) sangat tinggi, dalam 3 hari kemari digelar job fair sebanyak 6000 lamaran masuk.

Baca Juga :  Pemerintah Provinsi Jawa Barat Bersiap Mengatasi Kasus Cacar Monyet

“Animo pencaker sangat tinggi yah Alhamdulillah, total pencaker sendiri di hari terakhir Rabu (06/07/2023) kemarin total 3000an,” kata M Zumhan.

Job Fair Bedas Expo 2023 ini sendiri dapat menyerap sebanyak 6000an lamaran yang masuk, nantinya akan bersaing untuk masuk ke 30 perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung.

“Sebanyak 6000an lamaran kerja masuk, mudah mudahan kedepannya lebih mudah untuk pencaker mendapatkan informasi lowongan pekerjaan dan angka pengangguran semakin kecil,” jelasnya.

M Zumhan menambahkan, Job Fair Yang digelar Oleh Pemkab Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sudah tidak lagi menggunakan lamaran fisik yang artinya paperless.

“Jobfair kab. Bandung sudah tidak ada lamaran fisik yang artinya paperless, murah karena pencaker hanya tinggal memyimpan file kebutuhan dalam bentuk pdf,” tuturnya.

Baca Juga :  Bawaslu Kuningan Memanggil Putra Putri Terbaik Kuningan Menjadi Panwascam Untuk Pemilu 2024 !

Hal ini dilakukan untuk memudahkan dan menghemat biaya para Pencari kerja sehinggal menggunakan paperless. Dan berharap dapat menekan angka pengganguran di Kabupaten Bandung.