Inovasi Pelayanan Kesehatan di Jawa Barat: Operasi Pria dan Pelayanan Kontrasepsi Maksimal

Jabartrust, Bandung – Seiring dengan berlangsungnya Pekan Pelayanan Serentak dan merayakan Hari Ibu ke-95 tahun 2023, Kabupaten Purwakarta menjadi pusat inovasi dengan menyelenggarakan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang revolusioner pada Hari Selasa kemarin.

Tidak seperti Pelayanan KB konvensional, Kabupaten Purwakarta memperkenalkan Metode Operasi Pria (MOP) sebagai alternatif yang semakin diminati oleh masyarakat. Lebih dari 50 pria telah mendaftar sebagai calon akseptor MOP, menjadikan inisiatif ini sebagai langkah maju dalam memberikan akses dan opsi yang lebih luas dalam program KB.

dr. Pepen Sofyan Efendi, yang memimpin pelayanan di Klinik Wijaya Kusumah Kabupaten Purwakarta, secara penuh antusias menyambut para calon akseptor MOP. “Ini adalah langkah progresif dalam memberikan pilihan kepada masyarakat, dan kami senang melihat respons positif dari mereka,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Penyakit Mulut dan Kuku Hewan, DKPP Jabar Bentuk Unit Respon Cepat

Selain MOP, pelayanan IUD dan Implant juga tersedia di klinik tersebut, menciptakan suasana layanan KB yang holistik dan menyeluruh. Kegiatan serentak ini bukan hanya terfokus di satu lokasi, melainkan melibatkan semua fasilitas kesehatan di Kabupaten Purwakarta.

Mentor Bidang KBKR Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, A. Syamsul Hadi, menjadi saksi langsung terhadap inovasi ini. Selama kunjungannya, ia tidak hanya memantau pelayanan tetapi juga berdialog dengan calon akseptor KB Pria, mendengarkan motivasi mereka dan memberikan apresiasi atas keputusan mereka.

Inovasi serupa juga dilakukan di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi. Pelayanan serentak ini, yang akan berlangsung hingga 3 Desember 2023 mendatang, diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan KB, baik yang menggunakan MKJP maupun non-MKJP.

Baca Juga :  Wagub Jabar: Kader Posyandu Harus Paham Dunia Digital

Bagi #SobatBKKBN yang membutuhkan akses pelayanan kontrasepsi, diharapkan dapat menghubungi penyuluh KB setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Inovasi ini memberikan harapan baru dalam upaya masyarakat untuk mengambil kendali atas perencanaan keluarga mereka, menciptakan masa depan yang lebih baik dan sehat. (Nonu)