Modus Tipu Muslihat, Polres Tasik Tetapkan “WW” Tersangka Investasi Bodong

JABARTRUST.COM, TASIKMALAYA – Satreskrim Polres Tasikmalaya Jawa Barat menetapkan “WW” warga Kecamatan Karang Nunggal Kabupaten Tasikmalaya sebagai tersangka otak pelaku investasi bodong dengan jumlah korban sekitar 600 orang.

Dari satu orang admin dengan jumlah anggota 40 hingga 100 orang korban, total kerugian ditaksir mencapai Rp. 2,3 miliar.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Heryanto saat ditemui di Mapolres Tasikmalaya mengatakan, tersangka “WW” telah melakukan aksi penipuan ini sejak Februari 2022 sampai dengan November 2022. Penipuan dengan skema piramida ini dilakukan tersangka dengan cara mengajak member supaya ada keinginan untuk mencairkan limit pinjaman online. Modus tersebut dilakukan agar korban melakukan pembelanjaan fiktif dengan menggunakan jasa pemilik toko online di aplikasi e-commerce.

Baca Juga :  Pastikan Jaminan Perlindungan Penumpang, Jasa Raharja Bekasi Lakukan Uji Petik dan Sosialisasi ke Pengemudi Angkutan Umum di Terminal Bekasi

Para korban dijanjikan oleh “WW” akan dilunasi cicilannya, dengan alasan bahwa pinjaman tersebut dikelola toko offline milik WW sendiri. Modus tersebut lalu berkembang menjadi skema bisnis baru berupa deposit dengan bunga sebesar 30 persen. Skema tersebut lalu digunakan tersangka untuk menutupi tagihan pinjaman online dan digunakan juga untuk keperluan pribadi.

“Modus yang digunakan adalah tipu muslihat dan iming-iming keuntungan tinggi serta rangkaian perkataan bohong sehingga korban mau berutang kepada aplikasi pinjaman online.” ungkap AKBP Suhardi Hery Heryanto di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (1/12/2022).

Mengingat masih adanya kemungkinan tersangka serta korban lain, saat ini Polres Tasikmalaya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan kasus ini. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya, diantaranya 3 buah HP, 1 buah laptop, 4 buku rekening, print out transaksi keuangan, screen shoot percakapan, serta 1 buah kalung emas liontin.

Baca Juga :  Jenguk Anak Korban Potong Kemaluan, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum : Ini Bentuk Kepedulian Pemerintah

“Kepada tersangka polisi menerapkan pasal 378 KUHP dan pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2008 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.” pungkasnya. ***(Yudie)