Program Pelayanan KB Serentak Kembali Bergulir di Jawa Barat: Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan di Dunia Kerja

Jabartrust, Karawang – Pada tanggal 27 November lalu, pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Klinik PT. Chang Shin, Kabupaten Karawang menjadi simbol diaktifkannya kembali program KB perusahaan di Jawa Barat. Langkah ini tidak hanya diterapkan di PT. Chang Shin, melainkan juga mencakup berbagai wilayah di Jawa Barat, termasuk PT. Melania Indonesia, Cibuni Rancabali, Kabupaten Bandung.

Pelayanan KB Perusahaan tidak hanya terfokus pada kedua klinik tersebut, melainkan melibatkan berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Jawa Barat. Pada tanggal yang sama, pelayanan juga dilakukan di RS Sumber Waras Kabupaten Cirebon, Puskesmas Cikundul Kota Sukabumi, Puskesmas Tanjungsari, Puskesmas Jatigede Kabupaten Sumedang, dan Puskesmas Gardujaya, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan Satgas Pamtas Yonarmed 5/105 Tarik/PG melaksanakan Operasi Katarak Gratis

Khusus di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat, pelayanan serentak difokuskan di Klinik (Faskes) yang dimiliki oleh TNI, menunjukkan sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendukung program KB ini.

Pada hari yang sama, berbagai Fasilitas Kesehatan di kabupaten/kota lainnya di seluruh Jawa Barat juga menggelar pelayanan serentak. Salah satu yang mencuri perhatian adalah pelayanan di Klinik Jalur Farma Kota Sukabumi, yang mendapat kunjungan langsung dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa.

Pelayanan ini tidak hanya menjadi rutinitas harian, melainkan juga merupakan bagian dari upaya mencapai target pelayanan KB kepada 247.948 akseptor hingga tanggal 3 Desember 2023, bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu ke-95 tahun ini di Jawa Barat.

Baca Juga :  Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bandung akan Gelar Job Fair mini

Bagi pihak swasta, terutama yang memiliki jumlah pekerja perempuan usia subur (WUS) yang signifikan, diajak untuk berkoordinasi dengan BKKBN dan Dinas KB setempat. Kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang optimal bagi para pekerja perempuan tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi juga berdampak positif terhadap produktivitas kerja dan prestasi perusahaan secara keseluruhan. Program ini bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan. (Nonu)