Program Petani Milenial Gagal?, Ini Penjelasan Emil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

JABARTRUST.COM, BANDUNG,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui jika Program Petani Milenial yang digagasnya tidak berhasil seratus persen, sebagian dari petani yang mengikuti program tersebut di akui Ridwan kamil mengalami kegagalan.

menurut data yang di rilis, sebanyak 30 persen petani milenial mengalami kegagalan dalam menjalankan program tersebut.

kendati demikian Emil sapaan Akrab Gubernur Jawa Barat ini meminta agar masyarakat dapat melihat dari sudut pandang yang objektif, karena kegagalan yang terjadi dalam sebuah program yang digagas merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi.

“Perlu objektifitas dalam menilai, karena setiap program memang biasa ada yang berhasil, dan ada yang tidak berhasil” tegas Emil.

Baca Juga :  Resmikan Revitalisasi Pasar Rakyat Baleendah, Ridwan Kamil: Semakin Bagus, Nyaman, dan Disukai Rakyat

Menurut data yang dimiliki Pemprov Jabar, Pada Program Petani Milenial di tahun 2021 terdapat sebanyak 560 petani yang mengalami kegagalan, sementara ada sebanyak 1.200 petani milenial di tahun tersebut dapat dikatakan berhasil menerapkan program tersebut.

Emil meminta agar masyarakat tidak hanya melihat dari data petani yang gagal dalam mengikuti program tersebut, karena menurutnya lebih banyak cerita sukses Petani Milenial yang mengikuti program tersebut.

“jangan hanya melihat jumlah petani yang gagalnya saja, karena cerita sukses petani dalam program tersebut lebih banyak” tutur Emil.

Emil juga menegaskan jika pada tahun 2022, ada sebanyak 5.000 petani yang telah masuk kualifikasi dari total 20.000 pendaftar.

Baca Juga :  Bey Machmudin Lantik Pemimpin Daerah: Aep Syaepuloh Resmi Menjabat Bupati Karawang

“Tahun 2022, ada sebanyak lima ribu petani yang lolos kualifikasi dari total dua puluh ribu Pendaftar” terang Emil.

Di informasikan Program Petani Milenial ini dikeluhkan beberapa peserta yang akhirnya terlilit hutang hingga puluhan juta rupiah akibat gagal dalam mengikuti program tersebut, bahkan keluhan para petani ini viral di media sosial.

Program ini menjadi bahan perbincangan dan sorotan warganet mengingat beban hutang dari kegagalan program yang harus ditanggung beberapa anggota dari program petani milenial ini.***(Red/abby)