Seru Abis! Para Bocah di Subang Habiskan Waktu Ngabuburit Bermain Meriam Bambu

ngabuburit main gombongan - foto: istimewa
ngabuburit main gombongan - foto: istimewa

JABARTRUST.COM Kab.Subang – Ngabuburit merupakan aktivitas masyarakat yang sering dilakukan sambil menunggu azan magrib atau menunggu berbukanya puasa di bulan ramadan.

Banyak aktivitas masyarakat sambil menunggu waktu azan magrib seperti keliling kota serta membeli makanan hidangan untuk waktu berbuka puasa.

Selain itu, masih terdapat banyak aktivitas-aktivitas masyarakat lainnya untuk mengisi waktu jelang berbuka puasa.

Seperti halnya yang dilakukan bocah-bocah yang berada di Kampung Cijerah Hilir, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.

Para bocah pedesaan tersebut, menghabiskan waktu ngabuburit dengan bermain meriam bambu yang dimana merupakan aktivitas rutin setiap datang bulan Ramadan.

“Lagi main gombongan (meriam bambu) bersama teman-teman hampir setiap hari jelang buka puasa,” ujar Arfan Firmansyah bocah asal Kampung Cijerah Hilir belum lama ini.


Permainan ini biasa dilakukan sore hari menjelang Magrib. Para bocah ini hanya bermodalkan bambu berukuran besar dengan panjang sekitar satu sampai satu setengah meter saja serta karbit.

Baca Juga :  Hendra Halomoan Pimpin Pengadilan Negeri Cirebon

Cara mainnya sendiri, Arfan bocah berusia 10 tahun itu menjelaskan, bambu yang sudah dilubangi pada bagian bawah bambu hanya diisi oleh karbit dan air.

Setelah itu, potongan karbit kecil yang sudah dihancurkan dimasukkan ke lubang bawah bambu tersebut. Lubang kemudian ditutup agar gas hasil pencampuran air dan karbit tidak keluar. Tidak menunggu waktu yang cukup lama, para bocah membuka tutupnya lalu diberi api, alhasil, ledakan khas duar seperti perang pun langsung terdengar sampai akhirnya menggema.

“Cara buatnya cuman pakai bambu terus karbit sama air saja, seru banget,” katanya.

Para bocah pun terlihat sangat bahagia saat mendengar suara ledakan cukup kencang yang dihasilkan oleh bambu rakitan tersebut.

Baca Juga :  Lina Ruzhan Resmi Ketua Perwosi Jabar

Tidak terasa waktu yang sudah hampir buka puasa, setelah puas dengan permainan tradisional yang dimainkan oleh para bocah ini pun langsung meninggalkan ‘basecamp’ tempat bermain meriam bambu dan pulang kerumahnya masing-masing.

Meskipun saat ini memasuki dunia digital, para bocah di Kampung tersebut pun terlihat bangga dan bahagia atas permainan warisan dari nenek moyang mereka.***(Harry)