Sidang Kasus Dugaan Tipikor Riool Sampai Pada Tahap Eksepsi

JABARTRUST.COM, BANDUNG – Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi hilangnya benda bersejarah pompa air riool Kota Cirebon untuk tersangka LT memasuki tahap eksepsi di Pengadilan Tipikor Bandung.

Kuasa hukum LT, Erdi D. Soemantri mengatakan, pihaknya keberatan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kliennya.

“Dugaan JPU tidak memenuhi sebagai mana yang di syaratkan dalam pasal 143 ayat 2 KUHAPidana,” katanya, Senin (28/11/2022).

Dirinya menilai dakwaan yang disampaikan oleh JPU tidak cermat dan jelas terkait dengan perbuatan melawan hukum kliennya.

“Fakta hukum yang diungkapkan oleh JPU tidak sesuai dengan keterangan para saksi yang ada terdapat didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kota Cirebon,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ampera Soetha Kembali Terbakar, Apa Penyebabnya?

Selain itu juga, dalil yang didakwakan oleh JPU terkait dengan berdasarkan hasil pemeriksaan tim Kejaksaan Tinggi yang melakukan audit dengan tujuan tertentu tidak berdasarkan keterangan para saksi yang tertuang dalam BAP.


“Bahkan fakta yang diungkapkan JPU di putar balikkan untuk memenuhi dakwaannya,” jelas Erdi.

Dalam eksepsinya juga, Erdi menyoroti JPU, dimana penyidik perkara ini juga menjadi penuntut umum,penggunaan kewenangan secara sewenang-wenang,sepatutnya dilakukan oleh orang yang berbeda,
ditambah lagi audit yang dilakukan oleh Internal Kejaksaan Tinggi yang seyogyanya berpungsi.

“Penetapan tersangka dan tindakan upaya paksa dilakukan terlebih dahulu baru mencari kerugian negara,”tegas Erdi.

Selain itu, lanjut Erdi terdapat fakta yang bertentangan satu dengan yang lainnya,terkait dalil yang tertuang dalam dakwaan dimana adanya tindakan penjualan oleh terdakwa WSR dengan berkas terpisah dengan nilai Rp.25 juta yang dijadikan nilai kerugian negara menjadi satu dengan terdakwa LT.

Baca Juga :  Satlantas Polres Ciko Tunggu Jukrah Penerapan Plat Putih

“Pengabungan nilai kerugian negara ini menjadi bertambah tidak jelas dan kabur dakwaan JPU oleh karena itu dakwaan harus dinyatakan batal demi hukum,”paparnya.

Dirinya berharap hakim dapat mempertimbangkan asas ‘lebih baik membebaskan seribu orang bersalah dari pada menghukum satu orang yang tidak bersalah. ***(Sakti)