Terungkap! Mayat di Tepi Sungai Cimanuk, Ulah Dendam Bocah 12 Tahun.

Jabartrust.com, Garut,- Seorang remaja berusia 13 tahun bernama Agum Gumelar dari Kecamatan Leuwigoong, Garut, Jawa Barat, menjadi korban tragedi yang direncanakan dengan kejam oleh seorang teman bermainnya. Agum mengalami luka sayatan pada lehernya yang mengakibatkan kematiannya, dan jenazahnya ditemukan dalam keadaan membusuk di tepi Sungai Cimanuk beberapa hari setelah peristiwa tragis itu terjadi.

Pelaku pembunuhan adalah seorang anak berusia 12 tahun yang masih satu sekolah dengan Agum. Motif pelaku diketahui karena perasaan kebencian. Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Rohman Yonky Dilatha, mengungkapkan bahwa pelaku merasa sangat marah, terutama ketika mereka bermain voli dan bola beberapa kali mengenai wajahnya. Perasaan dendam inilah yang memicu perbuatan mengerikan ini.

Pelaku yang masih di bawah umur merencanakan balas dendamnya dengan sangat dingin. Ia merancang sebuah skenario agar dapat bersama Agum setelah bermain voli, mengajaknya untuk mandi di sungai. Agum tanpa curiga menerima ajakan tersebut.

Baca Juga :  Hibur Pemudik Balik, Polres Tasikmalaya Turunkan Maskot Polantas Atur Lalu Lintas.

Namun, sebelum pergi ke sungai, mereka mampir ke rumah pelaku untuk menyimpan bola voli. Di sana, pelaku mempersiapkan sebilah pisau cutter.

Rohman Yonky Dilatha menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan kesempatan ketika Agum terpeleset dan jatuh ke sungai, lalu meminta bantuan. Saat itulah pelaku dengan dingin menyayat leher Agum. Tidak ada saksi mata yang melihat peristiwa itu terjadi.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kembali ke rumahnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Keluarga Agum mulai merasa cemas karena dia tidak pulang setelah bermain voli. Mereka melaporkan kepergian Agum kepada polisi setelah ia tidak kembali dan menyebarkan informasi melalui media sosial Instagram.

Jenazah Agum Gumelar ditemukan beberapa hari setelah pembunuhan, dalam kondisi membusuk di tepi Sungai Cimanuk. Hasil otopsi mengungkapkan bahwa korban mengalami penganiayaan berat, termasuk luka sayatan oleh senjata tajam. Polisi telah mengamankan pelaku yang masih di bawah umur dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. **Red.

Baca Juga :  Ribuan Warga Padati Salat Idulfitri Perdana di Masjid Raya Al Jabbar

Jabartrust.com, Garut,- Seorang remaja berusia 13 tahun bernama Agum Gumelar dari Kecamatan Leuwigoong, Garut, Jawa Barat, menjadi korban tragedi yang direncanakan dengan kejam oleh seorang teman bermainnya. Agum mengalami luka sayatan pada lehernya yang mengakibatkan kematiannya, dan jenazahnya ditemukan dalam keadaan membusuk di tepi Sungai Cimanuk beberapa hari setelah peristiwa tragis itu terjadi.

Pelaku pembunuhan adalah seorang anak berusia 12 tahun yang masih satu sekolah dengan Agum. Motif pelaku diketahui karena perasaan kebencian. Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Rohman Yonky Dilatha, mengungkapkan bahwa pelaku merasa sangat marah, terutama ketika mereka bermain voli dan bola beberapa kali mengenai wajahnya. Perasaan dendam inilah yang memicu perbuatan mengerikan ini.

Pelaku yang masih di bawah umur merencanakan balas dendamnya dengan sangat dingin. Ia merancang sebuah skenario agar dapat bersama Agum setelah bermain voli, mengajaknya untuk mandi di sungai. Agum tanpa curiga menerima ajakan tersebut.

Baca Juga :  Operasi Patuh Lodaya Digelar Besok, Polisi Himbau Masyarakat Taat Lalu Lintas

Namun, sebelum pergi ke sungai, mereka mampir ke rumah pelaku untuk menyimpan bola voli. Di sana, pelaku mempersiapkan sebilah pisau cutter.

Rohman Yonky Dilatha menjelaskan bahwa pelaku memanfaatkan kesempatan ketika Agum terpeleset dan jatuh ke sungai, lalu meminta bantuan. Saat itulah pelaku dengan dingin menyayat leher Agum. Tidak ada saksi mata yang melihat peristiwa itu terjadi.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kembali ke rumahnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Keluarga Agum mulai merasa cemas karena dia tidak pulang setelah bermain voli. Mereka melaporkan kepergian Agum kepada polisi setelah ia tidak kembali dan menyebarkan informasi melalui media sosial Instagram.

Jenazah Agum Gumelar ditemukan beberapa hari setelah pembunuhan, dalam kondisi membusuk di tepi Sungai Cimanuk. Hasil otopsi mengungkapkan bahwa korban mengalami penganiayaan berat, termasuk luka sayatan oleh senjata tajam. Polisi telah mengamankan pelaku yang masih di bawah umur dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. **Red.