Dari 32 Kecamatan,Kecamatan Karangtengah terima Logistik Pemilu Paling Akhir

JABARTRUST.COM,KAB.CIANJUR-Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Karangtengah, Galih Ega Budiman menyebutkan jika pihaknya merupakan penerima logistik peralatan pemungutan suara paling akhir dibandingkan 31 kecamatan lain yang ada di Cianjur.

Hal itu diungkapkan saat meninjau aula Desa Sukasari, Kecamatan Karangtengah yang digunakan sebagai gudang penyimpanan sementara perlengkapan pemungutan suara untuk Pemilu 2024 mendatang, pada Jumat 15 Desember 2023

“Kecamatan Karangtengah akan menerima logistik pada H-3 Pemilu 2024 (11 Februari). Pertimbangannya karena kecamatan ini paling dekat dengan gudang logistik KPU Kabupaten Cianjur yang memang ada di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Karangtengah,” ujar Galih.

Disamping itu, pemilihan lokasi gudang di Aula Desa Sukasari sebagai gudang penyimpanan logistik sementara juga baru dilakukan pada tahun 2023 ini. Pasalnya, pada pemilu sebelumnya Panwaslu Kecamatan Karangtengah menggunakan Aula Desa Ciherang sebagai gudang logistik sementara.

Baca Juga :  Atalia Praratya: Guru Bimbingan Konseling Garda Terdepan Ciptakan Pelajar Berkarakter Unggul 

“Pemilu sebelumnya itu logistik disimpan sementara di Aula Desa Ciherang, tapi karena besarnya potensi kecelakaan, maka pada pemilu kali ini kita pilih Aula Desa Sukasari sebagai gudang penyimpanan sementara. Karean selain, aman, lalu-lintasnya juga tidak terlalu padat,” jelasnya.

Selain hal tersebut, Aula Desa Sukasari juga memiliki luas yang cukup untuk menyimpan ribuan logistik Pemilu 2024.

“Di Kecamatan Karangtengah ada 468 TPS. Tiap TPS nantinya akan ada lima unit kotak suara, bilik, dan alat coblos. Saat disimpan di gudang sementara, ribuan kotak suara itu kondisinya sudah dirakit, sehingga sangat membutuhkan tempat yang luas dan aman dari potensi kerusakan. Selain itu tempat parkirnya juga memadai,” paparnya

Baca Juga :  MS Bacaleg DPR RI Resmi Di Daftarkan Oleh Partainya Ke KPU

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karangtengah, Ridwan mengungkapkan, pihaknya akan menutup semua jendela yang ada di aula untuk memastikan tidak ada akses keluar masuk lain kecuali melalui pintu utama.

“Sementara untuk fasilitas lain yang harus disiapkan, kita masih menunggu petunjuk dari KPU Kabupaten Cianjur. Karena saat ini baru sebatas mempersiapkan lokasi gudang dengan luas yang memadai,” ujar Ridwan. (Gaia)