Edun! Rp 20 Miliar Alokasi Buat Konten Masjid Al Jabbar

masjid-Al-Jabbar-serap-anggaran-hingga-satu-triliun-rupiah-foto-humas-pemprov-jabar.
masjid-Al-Jabbar-serap-anggaran-hingga-satu-triliun-rupiah-foto-humas-pemprov-jabar.

JABARTRUST.COM, BANDUNG, – Belum lama warga Jawa Barat di buat kaget  tentang pembangunan Masjid Al Jabbar di Gede Bage, Kota Bandung yang menelan anggaran pembangunan hingga lebih dari Rp 1 Triliun, hingga menibulkan perdebatan antara Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan sejumlah netizen di akun media sosialnya,  Kini Kembali muncul bocoran anggaran untuk menggarap konten Masjid tersebut, Pemerintah Provinsi Jabar menggelontorkan dana dalam jumlah yang fantastis, yaitu sekitar Rp. 16,3 milar lebih dengan pagu anggaran sebesar Rp 20 miliar.

Dalam bocoran informasi tersebut tercantum jika pagu anggaran yang di sediakan untuk pembuatan konten senilai Rp.20 miliar dengan nilai HPS paket Rp. 16, 3 miliar.

Inforamsi mengenai besarnya anggaran pembuatan konten ini muncul tidak lama setelah adanya kontroversi dana pembangunan masjid di gede bage senilai Rp 1 triliun yang mengundang kritik masyarakat. Informasi ini tersebar dalam bentuk tabel lelang proyek dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP).

Baca Juga :  Di Jawa Barat, domba semakin berisiko terhadap penularan PMK

Dari data yang diterima, proyek tersebut berada di di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, dengan metode pengadaan pascakualifikasi satu filem harga terendah dan sistem gugur. Proyek tersebut dijelaskan dengan nama tender 1 Pekerjaan Pembuatan Konten Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, yang dilakukan pada 1 April 2022 dengan keterangan selanjutnya menyebutkan bahwa tender sudah selesai.

Penunjukan pekerjaan tersebut ditujukan langsung kepada PT. Sembilan Matahari yang beralamat di Jl. Muararajeun No.26 Kota Bandung, disebutkan juga sumber anggaran berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2022.

dok: istimewa
dok: istimewa
dok: istimewa
dok: istimewa

Pengamat kebijakan publik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan menilai perlu adanya sikap transparan dari pemerintah provinsi Jawa Barat, terkait pembuatan konten Masjid Al-Jabbar senilai Rp 16 Miliar.

“Dari sisi anggaran maka sungguh fantastis, jika benar untuk biaya konten itu menggunakan APBD yang menelan Rp 16 Miliar. Ini butuh transparansi,” ungkapnya di Kota Bandung, Selasa (10/1/2023).

Baca Juga :  Hari Ini, Gubernur Ridwan Kamil Pulang ke Indonesia

Menurutnya dengan biaya yang ditelan untuk konten Masjid Al Jabbar yang nilainya cukup fantastis, maka masyarakat patut bertanya sejauh mana konten tersebut saat ini.

“Gubernur dan pemerintah provinsi Jabar harus menjelaskan konten itu, sehingga harus menelan Rp 16 Miliar,” ujarnya.

Selain cecep kritik juga dilontarkan Pengamat Kebijakan Publik Kandar Karnawan yang menilai Pemprov Jabar tidak realistis dalam mengalokasikan anggaran sampai Rp 20 miliar hanya untuk pembuatan konten.

“masa hanya untuk membuat konten sampai menelan anggaran miliaran rupiah, enggak kebanyakan itu?” sindir Kandar.

Kandar menilai pembuatan konten masjid karya Ridwan Kamil itu terlalu besar, padahal anggaran tersebut bersumber dari APBD Jabar yang diambil dari pajak masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga :  Rektor IPDN Hadiri Rakornas Forkominda dan Kepala Daerah 2023

“Kalau hanya membuat konten sampai membutuhkan uang sebesar itu, memang membuat konten apa sih,” sindir dia.

Anggaran miliaran rupiah hanya untuk membuat konten tersebut jadi ironis ditengah mereka (rakyat Jawa Barat) yang hidup dengan keterbatasan di beberapa pelosok Jawa Barat yang seharusnya dibantu Pemerintah Provinsi Jabar.

Terkait hal tersebut, Ridwan Kamil menjawab jika hal tersebut sudah sesuai dengan musyarawah perencanaan pembangunan (musrenbang). Tak hanya sampai disitu, Ridwan Kamil juga beralasan di bangunnya masjid tersebut merupakan aspirasi jutaan warga melalui berbagai Ormas Islam.

“Jutaan warga Jawa Barat melalui berbagai Ormas Islam menitipkan aspirasi rakyat Jawa Barat agar dibangun Masjid Raya Provinsi sejak tujuh tahun yang lalu. Karena selama ini Masjid Raya Provinsi mengkudeta masjid Agung Kota Bandung,” kata Emil melalui akun Instagram @ridwankamil beberapa waktu lalu. .***(Red)