Upaya Pemulangan Pekerja Migran Indonesia dari Wilayah Konflik

Jabartrust.com, Ngamprah, Р Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Wildan Rohdiawan (36) dari Kampung Bantar Gedang, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tengah berjuang untuk kembali pulang ke tanah air setelah menjadi korban perdagangan orang di wilayah konflik Myawaddy, Myanmar.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengungkapkan bahwa Wildan terjebak dalam situasi sulit di Myanmar yang kini dikuasai oleh kelompok separatis. Proses pemulangannya menjadi rumit karena sulitnya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak yang berwenang di sana.

“Bersama-sama, kita berdoa agar Wildan dapat kembali ke Indonesia dengan selamat,” ujar Benny, menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat dalam upaya pemulangan ini.

Baca Juga :  Wagub Uu Ruzhanul Dorong Santri Jadi Agen Perubahan

Menurut Benny, keberangkatan Wildan termasuk ilegal karena diduga menerima tawaran pekerjaan secara online tanpa verifikasi, terbuai oleh janji gaji yang tinggi. Hal ini memberikan peringatan penting bagi calon PMI untuk berhati-hati terhadap penawaran yang terlalu menggiurkan namun berisiko.

“Dalam kasus seperti ini, tanggung jawab juga jatuh pada negara untuk membebaskan dan memulangkan mereka,” tambah Benny, menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menangani kasus serupa di masa depan.

Benny juga menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kesepakatan resmi untuk mengirimkan PMI ke Myanmar dan Kamboja, menjelaskan bahwa perjalanan Wildan ke sana termasuk dalam kategori ilegal.

“Dengan situasi ini, kita perlu lebih waspada dan menghormati peraturan yang ada agar tidak terjebak dalam masalah serupa,” pesannya.

Baca Juga :  PT Jasa Raharja bersama Bapenda Provinsi Jabar Mengadakan Pemeriksaan & Pengobatan Gratis Bagi Para Pengungsi Akibat Dampak Gempa di Cianjur